Program menentukan hari kedepan di Phyton

hi guys, kali ini saya akan membahas tentang program Phyton untuk menentukan hari dalam beberapa hari kedepan yang telah kita tentukan sebelumnya.

x=raw_input('hari sekarang:')
y=input('Berapa hari kedepan:')

nama_hari = {1:'senin',2:'selasa',3:'rabu',4:'kamis',5:'jumat',6:'sabtu',7:'minggu',}
key_hari = {'senin':1,'selasa':2,'rabu':3,'kamis':4,'jumat':5,'sabtu':6,'minggu':7,}

key = key_hari[x]
key_baru=(y + key)%7
if key_baru == 0 :
	key_baru = 7
hari = nama_hari[key_baru]
print hari

Bilangan Prima di Phyton

Hai guys, kali ini saya akan coba membikin program phyton untuk mencari bilangan prima dengan inputan pembatasan akhir. Mungkin program ini sangat simple dan saya coba membikin sesimple mungkin ^.^

y=input('bilangan prima sampai : ')
import itertools
def iter_primes():
     numbers = itertools.count(2)
     while True:
         prime = numbers.next()
         yield prime
         numbers = itertools.ifilter(prime.__rmod__, numbers)

for n in iter_primes():
	if n > y:
		break
        	print n

Internet Gratis Menggunakan HP Pakek IM3

Ehem, mungkin ini sebuah trik lama ya, tapi gw cuman sekedar share info aja :p. IM3 bisa dipakek ngenet gratis loh, wow, tapi sayang cara ini mungkin berlaku cuman di hp aja seh :D , lumayan lah dari pada lo manyun …..

Baca selebihnya »

Jadwal Puasa Sunnah 2009

Allah memerintahkan hambaNya untuk melakukan berbagai bentuk ibadah, karena di dalamnya berisi kebaikan dan mendatangkan cintaNya.

Allah berfirman, �Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya.� (Al-Baqarah: 184).

Dalam hadits qudsi, Allah berfirman, �Dan hambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan segala ibadah yang sunnah hingga Aku mencintainya.� (HR. al-Bukhari).

1. Puasa tiap hari Senin dan Kamis

2. Puasa 3 (tiga) hari setiap bulan – �shaumul biidh� -
Yakni pada tanggal 13.14.15 – penanggalan Islam – (saat bulan purnama).
- 10, 11, 12 Januari 2009 / Muharram 1430 H
- 9, 10, 11 Februari 2009 / Shafar 1430 H
- 10, 11, 12 Maret 2009/ Rabi�ul Awwal 1430 H
- 9, 10, 11 April 2009/ Rabi�ul Akhir 1430 H
- 9, 10, 11 Mei 2009/ Jumadil Awwal 1430 H
- 7, 8, 9 Juni 2009/ Jumadil Akhir 1430 H
- 6, 7, 8 Juli 2009/ Rajab 1430 H
- 4, 5, 6 Agustus 2009/ Sya�ban 1430 H

Puasa Ramadhan 1430 H : 22 Agustus 2009 – 19 September 2009.

- 2, 3, 4 Oktober 2009/ Syawwal 1430 H
- 1, 2, 3 November 2009/ Dzulqa�idah 1430 H
- 1, 2 Desember 2009/Dzulhijjah 1430 H.
30 November 2009 bertepatan dengan hari tasyriq – 13 Dzulhijjah 1430 H.
Hari tasyriq tidak diperkenankan berpuasa.

3. Puasa 1/3 (sepertiga) bulan – Yakni di bulan Dzulhijjah.
Antara 18 November 2009 – 17 Desember 2009/ Dzulhijjah 1430 H
Puasa tanggal 9 Dzulhijjah (Arafah) bagi selain orang yang melaksanakan haji.
Yakni : 26 November 2009/ 9 Dzulhijjah 1430 H

Tidak diperkenankan berpuasa :
Hari Idul Adha – 10 Dzulhijjah/ 27 November 2009
Hari tasyriq – 11, 12, 13 Dzulhijjah/ 28, 29, 30 November 2009/ Dzulhijjah 1430 H

4. Puasa bulan Muharram – �Asyura� selama 3 (tiga) hari – tanggal 9,10,11 Muharram.
Sangat dianjurkan tanggal 9 dan 10 ( Tasu�a dan �Asyura )
Yakni : 6, 7 dan 8 Januari 2009/ Muharram 1430 H.
26, 27, 27 Desember 2009/ Muharram 1431 H

5. Puasa pada sebagian bulan Sya�ban.
Antara 23 Juli – 21 Agustus 2009.

6. Puasa 6 hari pada bulan Syawwal.
Antara 21 September – 19 Oktober 2009.
Tidak diperkenankan puasa pada 1 Syawwal – 20 September 2009.

7. Puasa Daud – berpuasa berselang-seling.
Berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari

Ringkasan – Referensi :
Fiqhus Sunnah Sayyid Sabiq
Tamamul Minnah, Muhammad Nashiruddin al-Albani
Al-Islam- Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
Penanggalan Tahun 2009 – Penerbit Gema Insani.

Thank’s to mamat zone

Amikom Them For SE

-res 120×160

Photobucket

Downloads disini

-res 176×220

Photobucket

Downloads disini

-res 240×320

Photobucket

Downloads disini

Menerima kalah untuk kemenangan yang lebih besar.

Disaat kondisi yang penuh dengan kompetisi, semua orang berlomba untuk menjadi yang terbaik dan menjadi pemenang, walaupun dengan cara yang tak sehat sekalipun, yang ada hanyalah titik akhir, yaitu menang. Sebelum kompetisi dimulai, terkadang kita hanya menyiapkan mental untuk menang dan menang, tapi jika keadaan berbalik, jika kita kalah, apa yang akan terjadi? Yang banyak terjadi, kita akan berbuat merusak dan tidak menerima kekalahan.

Baca selebihnya »

Melamar Bidadari

Mendekatlah, ada kabar yang ingin ku bisikkan. Aku melamar
Bidadari,.wajahnya lebih jernih dari pada Cermin. Harumnya semerbak antara
Langit dan Bumi. Cahayanya memenuhi Istana dan Kamarnya. Kecantikkannya sama
dengan Mentari dan Rembulan
Baca selebihnya »

Ruqiyah Atau Jampi

Oleh: KH. A. Mustofa Bisri

Dalam keadaan lelah dan lapar, rombongan sahabat Nabi Muhammad SAW singgah
di suatu desa. Tak ada satu penduduk pun yang sudi menjamu mereka. Kebetulan
ketika rombongan beranjak pergi meninggalkan desa yang bakhil itu, terjadi
peristiwa: kepala desanya disengat kalajengking berbahaya.

Baca selebihnya »

Pergilah Cinta

“Sampai detik ini, aku tidak pernah tahu bagaimana wujudnya cinta; apa itu
cinta? Abstrakkah? sesuatu yang mendayaguna? Atau, suatu keyakinan yang
bernyawa? Ah, entahlah! Yang pasti; cinta

itu memang tak sebatas definisi, bukan penjabaran kata konkret, bukan pula
amalan hati yang terlampau bias. Bukan itu. Sama sekali bukan itu.
Barangkali cinta itu memang rekaan yang melegenda. Memuat kisah-kisah yang
beragam dibalik rahasianya yang terselubung. Aku memang

bingung bila harus menjelaskan definisi cinta.

Baca selebihnya »

Renungan 19-10-2008

Dengan misi yang sama, mencari ilmu saya sms teman saya yang sama. Apakah ada yang bagus untuk di renungkan hari ini? . Ternyata masih ada. Moga-moga ga bosen ya q tanyakin terus, habis ga tau mau sms apalagi yang mungkin akan di jawab dan bermanfaat. hihihihihi.

QS.Asy Syam:1-10 insyaallah. smoga brmanfaat..

waalsysyamsi wadhuhaahaa
[91:1] Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,
waalqamari idzaa talaahaa
[91:2] dan bulan apabila mengiringinya,
waalnnahaari idzaa jallaahaa
[91:3] dan siang apabila menampakkannya,
waallayli idzaa yaghsyaahaa
[91:4] dan malam apabila menutupinya1580,
waalssamaa-i wamaa banaahaa
[91:5] dan langit serta pembinaannya,
waal-ardhi wamaa thahaahaa
[91:6] dan bumi serta penghamparannya,
wanafsin wamaa sawwaahaa
[91:7] dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
fa-alhamahaa fujuurahaa wataqwaahaa
[91:8] maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
qad aflaha man zakkaahaa
[91:9] sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
waqad khaaba man dassaahaa
[91:10] dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.