Mendekatlah, ada kabar yang ingin ku bisikkan. Aku melamar
Bidadari,.wajahnya lebih jernih dari pada Cermin. Harumnya semerbak antara
Langit dan Bumi. Cahayanya memenuhi Istana dan Kamarnya. Kecantikkannya sama
dengan Mentari dan Rembulan
Mendekatlah, ada kabar yang ingin ku sampaikan. Maukah Engkau ku beritahu
Mas kawin yang dimintanya. Mas kawinnya adalah sholat Tahajjud, Qiyamullail,
Puasa dan bertaqwa kepada Allah Azza wa jalla..
Mendekatlah, ada keindahan yang ingin ku ceritakan. Lekuk tubuhnya bagai
keindahan dahan pepohonan. Kelembutan kulitnya bagai kulit buah Delima.
Warna kulitnya bagai Batu Permata Yagut dan Marjan. Tuturnya mempesona lagi
lugu tak berdosa
Mendekatlah, ada berita gembira yang ingin ku bagi. Dia selalu menunggu ku
di penghujung malam. Bagai penantian setia kekasih sejati. Tatapannya
seteduh angin pagi. Bola matanya bening berkilau cahaya. Senyumnya mampu
memikat seluruh lelaki
Mendekatlah, tidakkah Engkau menginginkannya ?
Bawakanlah mas kawinnya berupa Amal shaleh, Engkau pasti mendapatkannya..
dan bidadari itu telah menunggu dengan senyum yang terindah
DIarsipkan di bawah: Renunganq

nice..
that was a great poem that I’ve ever read
awakmu kok tambah alim Pak Dhe???
saya sangat terharu mudah 2 ada bidadari di muka bumi ini … y….yang mau menerima manusia apa adanya “SESUNGGUHNYA KE SEMPURNAAN HANYA MILIK ALLAH SEMATA ,MANUSIA TAK ADA YANG SEMPURNA…
hiks… iks… jadi nyadar klau selama ini aku malah kayak setan kecil. Hohohoh