Bersabarlah, Tapi Jangan Mengurut Dada!

Bagaimana perjuangan dan kerja hari ini, sudahkah tercapai asa dan
keinginan kita ?

Bila belum bersabarlah, mungkin hanya karena pikiran kita sudah
membayangkan hasil akhir, padahal kita baru saja memulai.
Renungan di sore hari sebelum pulang kerja, agar tetap bersemangat.

Bersabarlah, Tapi Jangan Mengurut Dada!

Bayangkan diri Anda sedang berada di dalam ruangan konser. Anda sedang
asyik menikmati indahnya alunan musik ketika tiba-tiba ingat bahwa
pintu mobil Anda belum dikunci. Anda khawatir terjadi sesuatu terhadap
mobil Anda. Celakanya, Anda tak dapat keluar begitu saja dari ruangan
itu. Anda menjadi gelisah dan tak dapat lagi menikmati musik konser.
Anda begitu tak sabar menunggu konser tersebut berlalu.

Coba renungkan sebentar skenario di atas. Ilustrasi tersebut
menggambarkan definisi baru mengenai kesabaran. Kesabaran adalah
kemampuan menyatukan badan dan pikiran kita (body and mind) di satu
tempat. Nah, begitu badan dan pikiran Anda berada di lain tempat, Anda
akan sangat gelisah dan kehilangan kesabaran.

Lihatlah contoh di atas. Ketika badan dan pikiran Anda ada di ruangan
konser, Anda begitu menikmati segala sesuatunya. Tapi begitu Anda sadar
bahwa mobil belum terkunci, seketika itu juga pikiran Anda beralih ke
tempat parkir. Pada saat itu kenikmatan Anda menonton berubah menjadi
penderitaan, ketegangan, dan kegelisahan. Kalau semula Anda begitu
sabar menikmati indahnya alunan musik detik demi detik, kini kesabaran
itu benar-benar habis. Badan Anda masih di tempat konser, sementara
pikiran ada di tempat lain.

Dengan contoh sederhana ini saya ingin mengajak Anda semua merevisi
total pemahaman kita mengenai kesabaran.

Selama ini, sabar seringkali diartikan dengan bersedia menderita, bersikap
tabah,
mengalah, dan seterusnya.

Sabar sering diekspresikan dengan mengurut dada. Anda mengalami musibah,
kemudian orang datang dan mengatakan,”Bersabarlah menghadapi cobaan ini.”

Anda diperlakukan sewenang-wenang, kawan-kawan Anda mengatakan,
”Bersabarlah, biar nanti Tuhan yang akan membalas orang itu.”

Tak ada yang salah dengan kata-kata tersebut. Yang salah adalah
maknanya. Seolah-olah bersabar hanyalah dikaitkan dengan penderitaan
hidup. Karena itu ekspresinya adalah mengurut dada. Ekspresi seperti
ini mereduksi begitu banyak makna mengenai kesabaran.

Padahal kesabaran adalah rahasia terpenting untuk menikmati hidup.

Kalau Anda bersabar Anda akan benar-benar menikmati saat-saat terindah
dalam hidup Anda.

Definisi baru mengenai kesabaran adalah menyatukan badan dan pikiran di
satu tempat. Apa yang terjadi kalau badan Anda di kantor tapi pikiran
di rumah, atau sebaliknya Anda di rumah tapi pikiran di kantor? Saya
yakin, Anda tak akan menikmati hidup. Dalam menjalankan pekerjaan,
seringkali saya harus bepergian jauh ke luar kota selama beberapa hari.
Saat itu saya sering merindukan keluarga di rumah. Dan begitu itu
terjadi saya merasa stres dan kehilangan kesabaran. Saya ingin
buru-buru pulang, dan kenikmatan melakukan pekerjaan pun hilang.

Coba amati apa yang Anda rasakan saat terjebak kemacetan di jalan. Anda
sering menjadi stres. Badan Anda masih di mobil tapi pikiran sudah di
kantor, di tempat klien atau di rumah. Anda menderita. Sekarang coba
lakukan penyatuan badan dan pikiran Anda kembali. Kuncinya adalah
kesadaran. Sadarilah sepenuhnya apa yang sedang Anda alami.
Rasakan tubuh Anda yang sedang duduk di mobil, rasakan sentuhan tangan
Anda pada kemudi, dan kaki Anda yang sedang menginjak pedal. Hidupkan
musik kesukaan Anda, dan amatilah gedung-gedung yang menjulang tinggi.
Anda akan merasakan keajaiban. Perlahan-lahan kesabaran Anda tumbuh
kembali. Bukan itu saja Anda juga akan merasakan rileks.

Jangan salah, untuk relaksasi Anda tidak membutuhkan waktu dan tempat
yang khusus. Yang Anda perlukan cuma bersabar.

Sabar berarti hidup dimasa sekarang dan menikmati keberadaan Anda.
Anda sering tak sabaran kalau menunggu sesuatu?
Coba satukan badan dan pikiran. Anda akan merasakan bedanya.
Definisi lain dari kesabaran adalah kesediaan Anda untuk menjalani
prosesnya satu demi satu.

Dunia ini diciptakan berproses. Kesabaran berarti menikmati proses
tersebut.

Anda tak bisa mendadak menjadi kaya, pandai, dan kompeten. Anda harus mau
bersabar menjalani prosesnya dari ke hari. Dalam hal ini berlaku hukum
pertumbuhan,

Anda hanya menuai apa yang Anda tanam. Tak ada hal yang instant!
Kalau Anda melewati prosesnya karena ingin cepat kaya, atau ingin cepat
terlihat pandai.
Anda melawan hukum alam, karena itu bersiap-siaplah menerima konsekuensinya
pada
suatu saat nanti.

Jadi, marilah kita bersabar.
Dan hidup akan terasa lebih nikmat.
Jangan mengurut dada, karena kesabaran adalah kenikmatan bukannya
penderitaan.
Apapun karir dan profesi Anda, yang menyebabkan Anda berhasil bukanlah
kepandaian tetapi kesabaran Anda. Inilah rahasianya mengapa agama
selalu mengatakan, ”Sesungguhnya Tuhan bersama orang-orang yang sabar!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: