Menangislah

Hari ini, saya melihat seseorang sahabat menangis karena suatu sebab, Saya
berkesimpulan bahwa dengan menangis kita dapat menumpahkan segala emosi dan
unek-unek yang selama ini terpendam. Menangis juga bukan hanya dimiliki oleh
kaum wanita. Orang yang jarang menangis menurut saya akan memiliki hati yang
keras karena emosi yang terpendam selama ini tidak bisa tersampaikan.

SEWAKTU manusia lahir ke dunia sebagai bayi, menangis adalah pekerjaan
pertama yang dilakukannya. ? itulah suara mengeak bayi yang baru lahir. Bayi
menangis sewaktu dilahirkan, itu adalah tanda dia sehat, setidaknya tanda
bahwa dia hidup. Ada juga orang menangis karena kelahiran seorang bayi yang
sudah ditunggu-tunggunya belasan atau puluhan tahun.

Tangis orang itu adalah tanda kegembiraan dan kesyukuran. Bayi lahir tanpa
tangis, tanpa ?ngeak?, bisa membuat panik dokter, bidan, dan suster yang
menolong persalinan sang ibu bayi. Bayi yang lahirtanpa tangis, mungkin ada
persoalan, hidupkah ia?
Kalau ternyata bayi itu meninggal, karena ia lahir
tanpa terdengar tangis, maka bayi yang meninggal itu
akan memicu tangis orang-orang yang hidup. Kalau ibunya yang pertama diberi
tahu tentang kematian bayinya, maka si ibu itulah yang pertama menangis atas
kematian sang bayi. Lalu, ayahnya, dan kemudian anggota keluarganya yang
lain yang ikut bersedih dengan kematian sang bayi. Tangis ibu dan ayah bayi
itu adalah tanda kesedihan dan duka cita.

Ada perempuan muda yang menangis di suatu tempat yang sepi dan tersembunyi
setelah membuang bayi yang dikandungnya tanpa perkawinan yang sah. Tangis
perempuan muda itu ditahannya sekuat-kuatnya sama kuatnya saat ia meletakkan
bayinya di tempat yang sepi. Lelaki yang telah menggaulinya sehingga ia
hamil, tak mendengar tangis tertahan perempuan muda itu. Lelaki itu sedang
minum di sebuah warung kopi dan menerawang dengan kepulan asap rokoknya.
Lelaki itu baru mau menangis, saat ia digiring ketahanan sebagai sanksi dari
perbuatannya tersebut. Tangis perempuan muda dan lelaki itu, adakah itu
tanda kesedihan dan duka cita?

Ada seorang suami yang menangis karena isterinya meninggal dunia. Tangisnya
bertambah-tambah kalau ia mengingat kembali kebaikan-kebaikan isterinya.
Tangsinya bagai tak akan henti kalau ia menyadari bahwa kematian
memustahilkannya untuk ia berada di samping isterinya seterusnya. Si suami
itu jatuh pingsan dengan tangisnya saat ia mengingat-ingat
perilaku kasarnya yang pernah membuat isterinya menderita. Si suami itu
siuman, menangis lagi, tapi, lalu pingsan lagi ketika ia tahu kematian telah
memustahilkannya untuk meminta maaf kepada isterinya. Tangis si suami itu,
adakah itu tanda penyesalan.

Seorang pengusaha muda yang mulai naik daun, titik air matanya, menangis
ketika menyaksikan kedua orangtuanya gembira luar biasa menyambut
kedatangannya ke kampung di hari pertama bulan Ramadan. Pengusaha muda itu
sulit menahan air matanya titik ketika kakak dan
adiknya ikut memeluknya, menyambut kedatangannya. Ia
pernah menangis serupa, di kotanya tempat ia berbisnis, saat ia
membagi-bagikan sodakoh kepada fakir miskin dan menyaksikan mata orang-orang
miskin itu berbinar-binar menerima sodakoh darinya. Tangis
pengusaha muda itu, adakah itu tanda kebaktian dan pengkhidmatan?

Seorang pemuda menangis karena ayahnya tewas oleh ledakan bom bunuh diri
yang dilakukan oleh teroris. Di tempat yang lain, seorang teroris menangis
menyaksikan kawannya sesama teroris yang mampus dihabisi massa karena
ketahuan mau, namun gagal meledakkan bom di
tangannya. Tangis pemuda dan teroris itu, adakah itu tanda kemarahan dan
kebencian?

ketika sesorang sepasang kekasih yang telah diranda pertengkaran, dan
berujung dengan pertengkaran dan berakhirnya hubungan mereka,dan seng wanita
menangis adakah itu tanda penyesalan dan Kesedihan?

Manusia menangis sejak lahir. Manusia juga menangis di sela-sela lakon
kehidupannya. Dan, saat ia mati, manusia lainnya yang masih hidup
menangisinya. Tak mustahil ada manusia mengakhiri hidupnya sementara
iamenangis. Menangis adalah drama kehidupan. Lalu tangis yang pernah kita
lakukan, itu tanda apa?

Jangan malu untuk menangis terkadang setelah menangis sering didapat
inspirasi, kekuatan seseorang ketika sudah selesai menangis. Kekuatan baru
sering muncul mana kala seseorang sudah bisa menangis. Karena itu jika
menangis harus kita alami sebagai resiko beratnya beban yang kita hadapi,
maka teruslah menangis. Pada saat menangis, beban yang tertahan akan muntah
bersamaan sesunggukan dan air mata. Itulah masa ketika pikiran kembali
berisi materi yang seimbang.

“Andai kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit
tertawa dan banyak menangis.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Wajar adanya jika menangis
Tanda diri tak punya daya
Sadar adanya Yang Maha Daya
Ego pun luluh ditelan kelemahan

Menangislah menangis
Menangislah dengan menyerah
Bukan menangisi karena tak rela
Menangislah karena kesabaran

Sekali lagilah menangis
Tapi pantang jadi pencengeng
Bukan pula lalu menjadi rapuh dan rentan
Menangis harusnya membuatmu makin kuat

Menangis…
Bukan berarti berdiam diri hingga tenggelam
Menangislah lalu beranjak dan bergerak cepat
Kebajikan apa yang akan kau sampaikan sekarang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: