Maka Ber-Tahajudlah, Berkhalwat Berdua dengan Tuhan

Maka Ber-Tahajudlah,

Berkhalwat Berdua dengan Tuhan-mu “Dan pada sebahagian malam hari
bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu;
mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. Dan katakanlah:
“Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula)
aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan
yang menolong.” (QS Al-Isra’ 17:79-80) Dalam Al Qur’an, terdapat banyak ayat
yang menuturkan tentang tahajud, perintah mengerjakannya dan keutamaannya.

Kata tahajud sendiri dalam bahasa Arab berarti bergadang, sehingga makna tahajud
adalah salat sunah di malam hari yang dilakukan sesudah tidur. Tahajud juga bisa
disebut sebagai qiyamullail karena pelaksanaan waktunya malam hari.

Perbedaannya, jika tahajud hanya dilakukan sesudah tidur, qiyamullail bisa
dilakukan sebelum maupun sesudah tidur. Selain itu, qiyamullail bisa berupa
shalat atau amal ibadah lainnya, seperti tilawah, tasbih atau yang lainnya,
sedangkan tahajud hanya berupa shalat saja.

Allah mensifati qiyamullail dengan firman-Nya: ”Sesungguhnya bangun di waktu
malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih
berkesan.” (QS Al-Muzzammil 73:6)

Dalam tafsir Al Azhar, Prof. Dr. Hamka menjelaskan ayat tersebut sebagai
berikut: ”Karena di waktu malam gangguan sangat berkurang. Malam adalah hening,
keheningan malam berpengaruh pula kepada keheningan fikiran. Di dalam suatu
hadits Qudsi, Allah berfirman, bahwa pada sepertiga malam terakhir Allah turun
ke langit dunia untuk mendengarkan keluhan hamba-Nya yang mengeluh, untuk
menerima taubat orang yang taubat dan permohonan maghfirah (ampunan) hamba-Nya
yang memohonkan ampun. Maksudnya ialah bahwa hubungan kita dengan langit pada
waktu malam adalah sangat dekat.”

Tahajud maupun qiyamullail merupakan ibadah yang menghubungkan hati kita dengan
Allah. Ketika suara-suara telah lenyap dan mata-mata telah terpejam serta
orang-orang tertidur lelap di pembaringannya, orang yang melakukan qiyamullail
menjauhkan diri mereka dari kasur-kasur empuk dan dipan-dipan mewah lagi nyaman
untuk menghidupkan malam dengan berkhalwat berdua dengan-Nya.

Oleh karena itu, Allah menyanjung dan mengistimewakan mereka melalui firman-Nya:
”(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang
beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada
(azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama
orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”
Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (QS Az-Zumar
39:9)

Rasulullah SAW sendiri selalu menjaga qiyamullail, selalu mengerjakan
qiyamullail sampai telapak kaki beliau bengkak. Padahal, beliau telah mendapat
jaminan ampunan bagi semua dosanya baik yang telah lewat maupun yang akan
datang.

Ketika ditanyakan kepada beliau, maka jawabnya, ”Tidak pantaskah aku untuk
menjadi seorang hamba yang pandai bersyukur.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Qiyamullail merupakan sunnah muakadah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah
dengan sabdanya, “Hendaklah kamu melaksanakan qiyamullail karena qiyamullail itu
adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kita, sarana pendekatan kepada
Allah, penghapus keburukan, pencegah dosa dan penangkal penyakit di badan.” (HR.
Ahmad dan Tirmidzi).

Rasulullah SAW juga sangat menganjurkan untuk melakukan qiyamullail karena di
dalamnya terkandung kebaikan yang agung dan pahala yang banyak, dengan sabdanya,
”Sesungguhnya ada waktu di malam hari yang tidak seorangpun dari seorang hamba
yang berdoa pada saat itu untuk memohon kebaikan kecuali pasti akan Allah
kabulkan.” (HR. Muslim)

Hal ini sesuai dengan perintah Allah dalam Al Qur’an: ”Dan pada sebahagian malam
hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu;
mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. Dan katakanlah:
“Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula)
aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan
yang menolong.” (QS Al-Isra’ 17:79-80)

”Dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu
terbenam bintang-bintang (di waktu fajar).” (QS Ath-Thuur 52:49)

” Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah
kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari.” (QS Al-Insan 76:26)

Hamka menerangkan tentang tafsir ayat tersebut sebagai berikut: “Sholat lima
waktu ditambah dengan tahajud di malam yang panjang itu adalah alat penting bagi
memperkaya jiwa dan memperteguh hati di dalam menghadapi tugas berat melakukan
dakwah. Sebab rasa dekat kepada Tuhan itulah sumber kekuatan sejati bagi
manusia.”

Qiyamullail merupakan kenikmatan dan karunia dari Allah terhadap hamba-Nya yang
shaleh yang Allah mudahkan untuk beribadah kepada-Nya.

Dengan qiyamullail, Allah akan memberi kekuatan. Dengan qiyamullail, Allah
mengabulkan doa. Dengan qiyamullail, dapat menghapus keburukan, mencegah dosa
dan menangkal penyakit. Dengan qiyamullail, dapat semakin mendekatkan kepada
Allah. Dengan qiyamullail, Allah akan menggolongkan dalam ibaadurrahman. Dengan
qiyamullail, Allah akan mengangkat ke tempat yang terpuji. Dengan qiyamullail,
Allah akan memasukkan ke surga-Nya.

Termasuk tanda cinta kepada Allah adalah bermunajat kepada-Nya di keheningan
malam. Sebagaimana ungkapan dari para ulama, ”Di dunia ini tidak ada waktu yang
menyerupai waktu yang sangat di surga kecuali apa yang dirasakan oleh
orang-orang shaleh di dalam hati mereka akan kenikmatan bermunajat kepada Rabb
mereka.”

Apabila malam telah gelap, Syadad bin Aus masuk ke kamar tidurnya, ia merasa
gelisah, tidak bisa tidur, membolak-balikkan badannya bagaikan biji-bijian di
atas penggorengan. Lalu, ia berkata, “Wahai Rabbku, sesungguhnya panasnya api
neraka telah menghilangkan rasa kantukku.” Lalu, ia bangun untuk melakukan
shalat malam hingga pagi hari.

Apabila malam telah menjadi gelap gulita mereka bangun untuk shalat Maka, pagi
pun datang sedang mereka masih dalam keadaan ruku Rasa takut telah menerbangkan
kantuk mereka, maka bangun Saat orang-orang yang merasa aman di dunia tertidur
pulas Sedang mereka sujud di kegelapan malam sambil terisak Suara tangis mereka
meretakkan tulang-tulang rusuk

Wahai orang yang mendamba cinta-Nya, ingatlah bahwa Nabi Muhammad SAW beribadah
di malam hari hingga kedua telapak kakinya bengkak. Para salafussaleh dan
orang-orang pilihan umat ini pun selalu beribadah di malam hari. Jadikanlah
qiyamullail sebagai prioritas kegiatan ibadahmu. Tidakkah Anda senang jika Anda
dapat
berdampingan dengan mereka di syurga Adn?

Semoga Allah menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang difirmankan-Nya,
“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga)
dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka.
Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat
kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu
memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.” (QS Adz-Dzariyat 51:15-18)

Hanya karena Allah-lah orang selalu terjaga di kala malam Hati yang dirundung
takut dan pusing karena dosa tidak dapat tertidur Dengan tuangan air mata ia
menangisi kesalahannya Dan malam pun tertutup dengan kehiruk-pikukkannya Sebagai
penyesalan atas dosa-dosa yang telah dilakukannya Kepada Raja yanga para raja
tunduk dan patuh kepada-Nya Wahai Tuhan, tidak ada yang maha memaafkan dosa
selain-Mu Hanya kepada-Mu-lah, wahai Tuhanku, orang yang mengosongkan dirinya
mencari pengampunan-Mu, Wahai Tuhan, ampunilah hamba-Mu ini

%d blogger menyukai ini: