Menerima kalah untuk kemenangan yang lebih besar.

Disaat kondisi yang penuh dengan kompetisi, semua orang berlomba untuk menjadi yang terbaik dan menjadi pemenang, walaupun dengan cara yang tak sehat sekalipun, yang ada hanyalah titik akhir, yaitu menang. Sebelum kompetisi dimulai, terkadang kita hanya menyiapkan mental untuk menang dan menang, tapi jika keadaan berbalik, jika kita kalah, apa yang akan terjadi? Yang banyak terjadi, kita akan berbuat merusak dan tidak menerima kekalahan.

Baca lebih lanjut

Iklan

Melamar Bidadari

Mendekatlah, ada kabar yang ingin ku bisikkan. Aku melamar
Bidadari,.wajahnya lebih jernih dari pada Cermin. Harumnya semerbak antara
Langit dan Bumi. Cahayanya memenuhi Istana dan Kamarnya. Kecantikkannya sama
dengan Mentari dan Rembulan
Baca lebih lanjut

Pergilah Cinta

“Sampai detik ini, aku tidak pernah tahu bagaimana wujudnya cinta; apa itu
cinta? Abstrakkah? sesuatu yang mendayaguna? Atau, suatu keyakinan yang
bernyawa? Ah, entahlah! Yang pasti; cinta

itu memang tak sebatas definisi, bukan penjabaran kata konkret, bukan pula
amalan hati yang terlampau bias. Bukan itu. Sama sekali bukan itu.
Barangkali cinta itu memang rekaan yang melegenda. Memuat kisah-kisah yang
beragam dibalik rahasianya yang terselubung. Aku memang

bingung bila harus menjelaskan definisi cinta.

Baca lebih lanjut

Renungan 19-10-2008

Dengan misi yang sama, mencari ilmu saya sms teman saya yang sama. Apakah ada yang bagus untuk di renungkan hari ini? . Ternyata masih ada. Moga-moga ga bosen ya q tanyakin terus, habis ga tau mau sms apalagi yang mungkin akan di jawab dan bermanfaat. hihihihihi.

QS.Asy Syam:1-10 insyaallah. smoga brmanfaat..

waalsysyamsi wadhuhaahaa
[91:1] Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,
waalqamari idzaa talaahaa
[91:2] dan bulan apabila mengiringinya,
waalnnahaari idzaa jallaahaa
[91:3] dan siang apabila menampakkannya,
waallayli idzaa yaghsyaahaa
[91:4] dan malam apabila menutupinya1580,
waalssamaa-i wamaa banaahaa
[91:5] dan langit serta pembinaannya,
waal-ardhi wamaa thahaahaa
[91:6] dan bumi serta penghamparannya,
wanafsin wamaa sawwaahaa
[91:7] dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
fa-alhamahaa fujuurahaa wataqwaahaa
[91:8] maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
qad aflaha man zakkaahaa
[91:9] sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
waqad khaaba man dassaahaa
[91:10] dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

Renungan 18-10-2008

Pagi-pagi bangun menghirup segarnya udara, tapi kok ga segar ya, oh barunyadar kamarnya kan blm di buka, hahahahaha. Sejak mendapat renungan kemaren, saya telah bertekad (waduh kayak apa aja) untuk tanyak2 lagi sama seorang temen(ehemmm …), biar pinter.

Sms lagi ah, tanyak- tentang agama, untuk hari ini surat apa yang bagus untuk di renungkan ? . Teman saya membalas ” Alaikmslmwrwb subhanallah,jd antm yg seneng (~_~) klo mw ada yg bagus bwt drenungi, QS.76:23-Hbiz, mw? ” . Sip-sip, mulai mencari arti dan siap tuk merenungi, Demi nih demi (hihihihihi).

faishbir lihukmi rabbika walaa tuthi’ minhum aatsiman aw kafuuraan
[76:24] Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir diantara mereka.
waudzkuri isma rabbika bukratan wa-ashiilaan
[76:25] Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang.
wamina allayli fausjud lahu wasabbihhu laylan thawiilaan
[76:26] Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari.
inna haaulaa-i yuhibbuuna al’aajilata wayadzaruuna waraa-ahum yawman tsaqiilaan
[76:27] Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat).
nahnu khalaqnaahum wasyadadnaa asrahum wa-idzaa syi/naa baddalnaa amtsaalahum tabdiilaan
[76:28] Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka, apabila Kami menghendaki, Kami sungguh-sungguh mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka.
inna haadzihi tadzkiratun faman syaa-a ittakhadza ilaa rabbihi sabiilaan
[76:29] Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan, maka barangsiapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya.
wamaa tasyaauuna illaa an yasyaa-a allaahu inna allaaha kaana ‘aliiman hakiimaan
[76:30] Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
yudkhilu man yasyaau fii rahmatihi waalzhzhaalimiina a’adda lahum ‘adzaaban aliimaan
[76:31] Dan memasukkan siapa yang dikehendakiNya ke dalam rahmat-Nya (surga). Dan bagi orang-orang zalim disediakan-Nya azab yang pedih.

Renungan 16-10-2008

Assalamualaikum wr wb

Pagi-pagi menjelang siang, setelah capek berkeliling menyelesaikan beberapa urusan, dan urusan terakhir tentang masalah kuliah. Datang ke kampus dengan rasa capek, hufff. Tapi tetep semangat, karena masa depan juga nih.

Sambil menunggu urusan di kampus selesai, q berpikir untuk menyapa seorang teman (hemm…) melalui sms, berharap sms di balas, aha, ternyata dapat balasan. Balasannya suruh nerjemahin surat Al quran. gpp demi perjuangan, yups.

Surat al Quran yang ingin di terjemahin QS.Al Mu’minun :1-11, dengan alasan artinya bagus.

qad aflaha almu/minuuna
[23:1] Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
alladziina hum fii shalaatihim khaasyi’uuna
[23:2] (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya,
waalladziina hum ‘ani allaghwi mu’ridhuuna
[23:3] dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,
waalladziina hum lilzzakaati faa‘iluuna
[23:4] dan orang-orang yang menunaikan zakat,
waalladziina hum lifuruujihim haafizhuuna
[23:5] dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
illaa ‘alaa azwaajihim aw maa malakat aymaanuhum fa-innahum ghayru maluumiina
[23:6] kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki995; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
famani ibtaghaa waraa-a dzaalika faulaa-ika humu al’aaduuna
[23:7] Barangsiapa mencari yang di balik itu996 maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
waalladziina hum li-amaanaatihim wa’ahdihim raa‘uuna
[23:8] Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.
waalladziina hum ‘alaa shalawaatihim yuhaafizhuuna
[23:9] dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.
ulaa-ika humu alwaaritsuuna
[23:10] Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,
alladziina yaritsuuna alfirdawsa hum fiihaa khaaliduuna
[23:11] (ya’ni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.